CHAQIAL

Kumpulan Tulisan Ringan, Sahabat Saat Santai

Tips Sukses Ala JK. Rowling

Jakarta - Chaqial. Tentunya kita mengenal film Harry Potter yang fenomenal dan masuk dalam jajaran box office. Bahkan banyak dari kita berulang-ulang menontonnya. Film yang diangkat dari novel laris dunia dengan judul yang sama awalnya novel tersebut banyak ditolak oleh beberapa penerbit. Siapa sangka berkembang kegigihan JK. Rowling sang penulis novel itu akhirnya tembus juga di penerbitan dan menjadi best seller.

Kini JK rowling masuk ke dalam daftar penulis terkaya dengan jumlah kekayaan mencapai 1 miliar dollar AS. Kesuksesannya kini tentunya dipengaruhi oleh semangat dan kerja kerasnya selama ini. Untuk itu, JK Rowling banyak sekali membagi kisah sukses nya yang bisa menjadi inspirasi bagi semua orang bahkan tidak hanya di dalam dunia menulis saja.

Berikut ini beberapa tips sukses JK Rowling yang bisa dijadikan panutan.

1.    Jangan takut untuk gagal
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa karya Harry Potter nya tidak langsung diterima oleh penerbit atau perusahaan manapun. Namun JK Rowling percaya, jika semua hasil kerja kerasnya akan terbayar nantinya. Maka dari itu, yang paling penting ketika kita sedang berusaha dalam berbagai hal adalah jangan takut untuk mengalami kegagalan.

2.    Fokus pada tujuan
Ketika melakukan sesuatu, fokuskan pikiran Anda pada tujuan yang ingin diraih. Apapun yang dikerjakan, baik kecil maupun besar, usahakan untuk selalu fokus ketika memulainya. Dengan memfokuskan diri akan membuat Anda menghindari pikiran-pikiran buruk yang malah menghambat karir kedepannya.

3.    Memiliki keyakinan yang kuat
Yang paling penting agar Anda bisa mencapai sebuah kesuksesan adalah memiliki keyakinan yang kuat. Meskipun banyak sekali rintangan yang dihadapi, Anda harus tetap yakin jika suatu saat kerja keras Anda akan membuahkan hasil.

Meskipun ada situasi sulit yang harus dihadapi setiap harinya, namun selalu ingatkan diri bahwa keyakinan harus terus menerus ditingkatkan dengan inspirasi dan motivasi.

4.    Hadapi kegagalan dengan rasa percaya diri
Tentunya tidak ada orang yang menginginkan kegagalan. Namun jika sampai mengalami kegagalan tersebut, maka sudah sewajarnya jika Anda menghadapinya dengan tegar dan percaya diri. Tidak hanya Anda saja yang mengalami kegagalan, banyak orang di luar sana yang juga bisa bernasib sama seperti Anda.

Kegagalan merupakan hal yang wajar untuk membuat kita selangkah lebih maju daripada yang tidak berani mencoba. Bahkan dengan kegagalan, Anda bisa belajar lebih banyak lagi. Seberat apapun kegagalan yang terjadi, hadapi dengan penuh keberanian.

Namun ingat jangan menyalahkan diri sendiri atas kegagalan yang didapatkan. Cobalah untuk tidak terlalu larut dalam kegagalan tersebut dan mulai bergerak untuk mencari solusi untuk mengatasinya.

5.    Berani dengan kritikan
Calon orang sukses adalah yang mau menerima dengan terbuka semua kritikan yang ada. Menurut JK Rowling, jika dirinya tidak mau menghadapi segala kritikan yang masuk untuk karya nya, mungkin Harry Potter tidak akan sesukses seperti saat ini.

Terima semua kritikan yang ada dengan lapang dada, bahkan jadikan kritikan tersebut sebagai motivasi untuk menjadi yang lebih baik dari sebelumnya.

6.    Mulai dari hal yang disukai
Kesuksesan bisa dimulai dari hal-hal yang disenangi. Dengan melakukan apa yang disenangi, maka akan membuat Anda dapat bekerja lebih keras lagi untuk mencapai tujuan yang ada. Bila mengerjakan hal-hal yang tidak disenangi, maka terkadang hasilnya tak sesuai dengan yang Anda bayangkan.

7.    Terus berpikiran positif
Cobalah untuk selalu berpikiran positif tentang apapun yang dilakukan. Banyak-banyaklah berkumpul dengan orang-orang yang memang berpikiran positif untuk membantu menjauhkan Anda dari pikiran-pikiran negatif yang mengganggu.

Bersama orang-orang positif tentunya perasaan dan pikiran juga akan lebih baik lagi. Bahkan jika merasa susah menghilangkan kekecewaan akibat kegagalan yang ada, Anda bisa coba mencurahkan dengan teman-teman terbaik.

Kesuksesan dimulai dari diri sendiri
Kesuksesan yang ada bukan didapatkan dari orang lain melainkan dari diri sendiri. Anda lah yang bisa merubah takdir Anda sesuai dengan yang diinginkan. Selalu tanamkan niat yang kuat serta kerja keras di dalam diri agar kesuksesan bisa menghampiri Anda kapanpun.



Sudah Minum Aqua?

Ilustrasi gambar: wikipedia.org
Sudah minum Aqua? Begitulah pertanyaan yang menjadi ikon pada salahsatu iklan produk minuman mineral asal Indonesia. Brand Aqua begitu melekat di hati setiap pelanggan setianya, bukan saja di ingat. Tentunnya dengan kekuatan brand image seperti pantas jika Aqua menjadil leader di pasar minuman mineral.

Aqua adalah sebuah merek air minum dalam kemasan (AMDK) yang diproduksi oleh PT Aqua Golden Mississippi Tbk diIndonesia sejak tahun 1973. Selain di Indonesia, Aqua juga dijual di Malaysia, Singapura, dan Brunei. Aqua adalah merek AMDK dengan penjualan terbesar di Indonesia dan merupakan salah satu merek AMDK yang paling terkenal di Indonesia, sehingga telah menjadi seperti merek generik untuk AMDK. Saat ini, terdapat 14 pabrik yang memproduksi Aqua dengan kepemilikan berbeda-beda (3 pabrik dimiliki oleh PT Tirta Investama, 10 pabrik dimiliki oleh PT Aqua Golden Mississippi, dan pabrik di Berastagi, Sumatera Utara dimiliki oleh PT Tirta Sibayakindo).

Aqua Group didirikan oleh Tirto Utomo (1930-1994), warga asli Wonosobo yang setelah keluar bekerja dari Pertamina, dan bekerja di Petronas, mendirikan usaha air minum dalam kemasan (AMDK). Tirto berjasa besar atas perkembangan bisnis atau usaha AMDK di Indonesia, karena sebagai seorang pionir maka Almarhum berhasil menanamkan nilai-nilai dan cara pandang bisnis AMDK di Indonesia.

Aqua untuk saat ini merupakan market leader dalam medan persaingan berbagai produk air mineral di Indonesia. Posisinya yang kuat disebabkan oleh faktor Aqua sebagai produk air mineral yang pertama kali hadir di Indonesia serta strategi promosi dan pemasaran yang gencar. Metode promosi yang digunakan adalah terutama melalui iklan di media elektronik dan cetak, mensponsori berbagai acara, serta instalasi iklan billboard secara luas.

Dalam pemasarannya, grup distribusi Aqua memiliki jaringan distribusi air mineral yang terluas di Indonesia, yang mana menembus sampai hampir ke setiap sudut kepulauan. Jumlah titik stok (gudang) semakin diperbanyak secara agresif sejak tahun 2005, sehingga mampu menyediakan penetrasi pasar yang lebih luas melalui rantai suplai dan penghantaran. Gudang stok ditempatkan pada area-area yang memiliki outlet retail yang banyak, termasuk pasar tradisional, sehingga setiap gudang dapat melayani masing-masing area geografis dalam waktu yang sesingkat mungkin.

Ide mendirikan perusahaan AMDK timbul ketika Tirto bekerja sebagai pegawai Pertamina pada awal tahun 1970-an dan pegawai Petronas pada awal dekade 1980-an. Ketika itu Tirto bertugas menjamu delegasi sebuah perusahaan Amerika Serikat. Namun jamuan itu terganggu ketika istri ketua delegasi mengalami diare yang disebabkan karena mengonsumsi air yang tidak bersih. Tirto kemudian mengetahui bahwa tamu-tamunya yang berasal dari negara Barat tidak terbiasa meminum air minum yang direbus, tetapi air yang telah disterilkan.

Ia dan saudara-saudaranya mulai mempelajari cara memproses air minum dalam kemasan di Bangkok, Thailand,  Ia meminta adiknya, Slamet Utomo untuk magang di Polaris, sebuah perusahaan AMDK yang ketika itu telah beroperasi 16 tahun di Thailand. Tidak mengherankan bila pada awalnya produk Aqua menyerupai Polaris mulai dari bentuk botol kaca, merek mesin pengolahan air, sampai mesin pencuci botol serta pengisi air, karena di Indonesia sama sekali tidak ada. Atasan Tirto, Ibnu Sutowo juga mengatakan :"Aneh Tirto iki, banyu banjir kok diobokke dalam botol". 

Tirto mendirikan pabrik pertamanya di Pondok Ungu, Bekasi, dan menamai pabrik itu PT Golden Mississippi dengan kapasitas produksi enam juta liter per tahun. Tirto sempat ragu dengan nama PT Golden Mississippi yang meskipun cocok dengan target pasarnya, ekspatriat, namun terdengar asing di telinga orang Indonesia. 

Sebelum bernama Aqua, dahulu bernama Puritas (nama lain dari Pure Artesian Water), yang berlogo daun semanggi. Tetapi, Eulindra Lim, mengusulkan untuk menggunakan nama Aqua karena cocok terhadap imej air minum dalam botol serta tidak sulit untuk diucapkan. Ia setuju dan mengubah merek produknya dari Puritas menjadi Aqua, karena kata Puritas sulit diucapkan. Dua tahun kemudian, produksi pertama Aqua diluncurkan dalam bentuk kemasan botol kaca ukuran 950 ml dengan harga jual Rp.75, hampir dua kali lipat harga bensin yang ketika itu bernilai Rp.46/liter.

Pada tahun 1982, Tirto mengganti bahan baku (air) yang semula berasal dari sumur bor ke mata air pegunungan yang mengalir sendiri (self-flowing spring) karena dianggap mengandung komposisi mineral alami yang kaya nutrisi seperti kalsium, magnesium, potasium, zat besi, dan sodium. Pada tahun 1995, Aqua menjadi pabrik air mineral pertama yang menerapkan sistem produksi in line di pabrik Mekarsari. Pemrosesan air dan pembuatan kemasan AQUA dilakukan bersamaan. Hasil sistem in-line ini adalah botol AQUA yang baru dibuat dapat segera diisi air bersih di ujung proses produksi, sehingga proses produksi menjadi lebih higienis.

Pada tahun 1998, karena ketatnya persaingan dan munculnya pesaing-pesaing baru, Lisa Tirto sebagai pemilik Aqua Golden Mississipi sepeninggal suaminya Tirto Utomo, menjual sahamnya kepada Grup Danone pada 4 September 1998. Akusisi tersebut dianggap tepat setelah beberapa cara pengembangan tidak cukup kuat menyelamatkan Aqua dari ancaman pesaing baru. Langkah ini berdampak pada peningkatan kualitas produk dan menempatkan AQUA sebagai produsen air mineral dalam kemasan (AMDK) yang terbesar di Indonesia. Pada tahun 2000, bertepatan dengan pergantian milenium, Aqua meluncurkan produk berlabel Danone-Aqua. (AR.Rahadian)


(Sumber: Wikipedia.org)

Indofood Memberikan Bukti Bukan Janji

Ilustrasi gambar:truthaboutenergy.com
Orang Indonesia pasti mengenal akan perusahaan ini, produk yang dihasilkan peusahaan begitu di kenal oleh masyarakat Indonesia. Dari produk mie instan, minuman, makanan ringan hingga bumbu dapur telah mereka hasilkan da hampir dari semua produknya menjadi pemimpin pasar di Indonesia.

PT. Indofood Sukses Makmur Tbk, didirikan pada tanggal 14 Agustus 1990 oleh Sudono Salim dengan nama PT. Panganjaya Intikusuma yang pada tanggal 5 Februari 1994 menjadi Indofood Sukses Makmur. Perusahaan ini mengekspor bahan makanannya hingga Australia, Asia, dan Eropa.

Dalam beberapa dekade ini Indofood telah bertransformasi menjadi sebuah perusahaan total food solutions dengan kegiatan operasional yang mencakup seluruh tahapan proses produksi makanan, mulai dari produksi dan pengolahan bahan baku hingga menjadi produk akhir yang tersedia di rak para pedagang eceran.

Siapakah Sudono Salim?
Soedono Salim atau yang akrab dipanggil Om Liem dikenal sebagai salah satu konglomerat paling sukses di Indonesia. Namun siapa yang menyangka jika Om Liem harus jatuh bangun sebelum meraih kesuksesan itu.  Om Liem lahir di Cina daratan, di Fuqing sebuah desa kecil di wilayah Fujian, Cina bagian selatan, pada 16 Juli 1916.

Lahir dengan nama Lim Sioe Liong, ia pertama kali menginjakkan kaki di Indonesia beberapa saat sebelum dimulainya Perang Dunia II pada tahun 1939. Om Liem kecil yang merupakan anak kedua dari seorang petani itu, hidup dengan sangat kekurangan, bahkan saking miskinnya pada usia 15 tahun ia harus putus sekolah dan berjualan mie di sekitar wilayahnya. 

Kemiskinan itulah yang mendasari ia hijrah ke Indonesia, mengikuti jejak kakaknya yang terlebih dahulu tinggal di Indonesia. Saat pertama kali berada di Indonesia, Om Liem merintis usahanya dengan menjadi supplier cengkeh bagi beberapa pengusaha rokok yang berada di Kudus dan Semarang, Jawa Tengah. Tidak heran bisnis cengkeh menjadi salah satu bisnis yang menunjang kerajaan bisnisnya di masa mendatang, selain bisnis textile tentunya. 

Pada era Soeharto, ia sempat mendirikan beberapa bank, seperti Bank Windu Kencana dan Bank Central Asia. Dia juga bersama tiga kolega bisnisnya Soedono Salim, Djuhar Sutanto, Sudwikatmono dan Ibrahim Risjad (belakangan dikenal sebagai The Gangs of Four) membangun sebuah perusahaan tepung terigu terbesar di Indonesia yaitu, PT Bogasari. Perusahaan ini pun berhasil memonopoli pasar terigu di Indonesia dengan menyuplai 2/3 dari seluruh kebutuhan terigu nasional

Kehidupan Om Liem pun ibarat roda yang berputar, saat krisis moneter pada tahun 1997 menghantam Indonesia, kapal bisnis miliknya sempat goyah. Beberapa saham unit bisnisnya seperti PT Indocement Tunggal Perkasa, PT BCA dan PT Indomobil Sukses Internasional harus dilepas untuk menutup hutang perusahaan yang mencapai 52 triliun rupiah.

Meski sempat goyah, Om Liem berhasil membangkitkan kembali usaha-usaha yang dipegangnya. Salah satunya adalah melalui PT Indofood Sukses Makmur Tbk yang menghasilkan produk Indomie yang dikenal hingga seantero dunia. Hasilnya pada tahun 2006, namanya kembali menduduki peringkat nomor 10 orang terkaya di Indonesia versi majalah Forbes. Kekayaannya pada saat itu ditaksir mencapai US$ 800 juta. 

Kini om Liem sudah tiada, pada minggu 10 Juni 2012 menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Singapura. Tongkat kerajaan bisnisnya kini di pegang oleh putranya Anthony Salim. Mungkinkah kerajaan bisnis ini bertahan? Tidak seperti perusahaan-perusahaan lain yang biasanya hancur saat pendirinya berpulang. Indofood dengan produk mie instan unggulannya yaitu Indomie telah melalang buana ke berbagai belahan benua, tentunya menjadi salah satu produk yang membuat kebanggaan masyarakat Indonesia.

(Sumber: wikipedia.id)

Bisnis Sari Roti Yang Mengurita

Ilustrasi: koleksi sariroti.com
PT Nippon Indosari Corpindo, Tbk ("Perseroan") berdiri pada tahun 1995. Pabrik pertama berlokasi di Blok W, Kawasan Industri Jababeka, Cikarang. PT Nippon Indosari Corpindo, Tbk merupakan produsen roti dengan merk Sari Roti yang begitu terkenal di Indonesia. Sari Roti merupakan sebuah “brand” yang memimpin industri roti hingga 90% pangsa pasar di kuasai oleh Sari Roti.

Untuk memenuhi permintaan konsumen yang terus meningkat, Perseroan mengembangkan usahanya dengan mendirikan pabrik di Pasuruan pada tahun 2005. Besarnya permintaan masyarakat atas produk Sari Roti membuat Perseroan kembali membangun pabrik ketiga pada tahun 2008 yang juga berlokasi di Kawasan Industri Jababeka Cikarang. Kemudian disusul dengan pembangunan pabrik di Semarang, Medan dan Cikarang Barat pada tahun 2011. Pada tahun 2012, Perseroan membangun 2 pabrik baru yang berlokasi di Palembang dan Makassar. Perseroan secara resmi mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia dan menjual kepada publik pada tahun 2010.

Pada tahun 2006 Perseroan mendapatkan sertifikat HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point) yaitu sertifikat jaminan keamanan pangan sebagai bukti komitmen Perseroan dalam mengedepankan prinsip 3H (Halal, Healthy, Hygienic) pada setiap produk Sari Roti. Selain itu, seluruh produk Sari Roti telah terdaftar melalui Badan BPOM Indonesia dan memperoleh sertifikat Halal yang dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia.

Sebagai produsen roti terbesar di Indonesia Perseroan telah meraih beragam penghargaan, antara lain Top Brand dan Top Brand for Kids sejak 2009 hingga sekarang, Marketing Award 2010, Original Brand 2010, Investor Award 2012, hingga penghargaan dari Forbes Asia.

Sukses PT. Nippon Indosari Corpindo, Tbk ini mungkin bisa menjadi model bagi pabrikan bakery lain di Indonesia yang jumlahnya ribuan. Perusahaan roti biasa bila dikelola dan dikembangkan dengan baik berpotensi menjadi bisnis skala besar. Lantas, apa faktor suksesnya sementara banyak perusahaan sejenis seperti jalan di tempat?.

Apakah yang dilakukan oleh PT. Nippon Indosari Corpindo sehingga meraih sukses yang luarbiasa seperti ini? Diantaranya adalah pihak manajemen melakukan :

Menjaga Kualitas Produk & Berbeda Dari Kompetitor. Kualitas tektur yang sempurna didapatkan dari proses sponge and dough. Proses, olahan hingga cita rasa didapatkan dengan bantuan teknis dari Pasco Shikima Baking Co.Ltd, Jepang. Proses pembuatan rotinya pun tak sembarangan. Untuk menghasilkan roti yang berkualitas setidaknya dibutuhkan waktu 8 jam. Ini berbeda dengan proses pembuatan roti industri rumahan yang hanya 3­4 jam dengan sistem straight dough. Walhasil jika diperhatikan, tampilan dan tektur Sari Roti dan roti dari merk lain sangat jauh berbeda.

Membangun Jaringan Distribusi Keagenan. Keberhasilan PT. Nippon Indosari Corpindo membangun nama dan memiliki banyak pelanggan, bukan hanya karena kualitas rasa dan tektur rotinya saja. Sari Roti juga memiliki kekuatan dalam jaringan pasokan produk atau supply chain yang membuat sistem distribusi bisa sampai langsung ke tangan konsumen secara cepat dan efisien. Jaringan yang dibangun sejak tahun 1997 kini semakin berkembang pesat dengan membangun jaringan keagenan dan penjaja roti keliling. Perusahaan dalam hal ini menerapkan sistem jemput bola bukan menunggu bola.

Hingga saat ini sudah ada 300 agen yang tersebar di Jawa, Lampung dan Medan. Agen tersebut memiliki wilayah sendiri, sesuai lokasi agen. Untuk di Jabodetabek ada 120 titik atau teritorial (komplek perumahan atau wilayah), di Jawa ada 300 titik, dan Medan 50 titik. Satu agen bisa memiliki satu hingga beberapa titik teritorial. Selain sebagai salah satu jaringan distribusi, sistem keagenan diharapkan mampu menggerakan usaha mikro tanah air.

Mengembangkan Jaringan Distribusi Melalui Modern Market. Selain menyasar end user melalui sistem jemput bola dengan mengandalkan kemitraan. PT. Nippon Indosari Corpindo juga membangun kerjasama dengan beberapa pasar modern diantaranya Hypermart, Giant,  dan beberapa mini market seperti Alfamart, Indomart, yomart dan beberapa minimarket lokal lainnya. Untuk saat ini saja PT. Nippon Indosari Corpindo telah bekerjasama dengan pihak Alfamart di 5.500 gerai Alfamart dari 10.300 gerai yang tersedia. Hebatnya kini Sari Roti mendapatkan tambahan rak di Alfamart. Dimana yang  tadinya satu rak produk Sari roti hanya mengisi setengahnya, kali ini akan mengisi satu rak penuh. Selain itu rencananya pihak manajemen juga akan memasok Sari Roti ke Samrt Club dan Minang Mart.

Untuk tahun ini saat tulisan dibuat Sari Roti lebih agresif lagi dalam meningkatkan distribusi coverage produk ke tangan konsumen. Dimana akan ditambah “Mbak Sari” dan menghadirkan “Hubbs Office” yang berfungsi sebagai distribution center di Batam dan Kalimantan.

Membangun Sistem Informasi dengan menggunakan ERP dari SAP. Modul yang sudah dijalankan meliputi bidang penjualan dan distribusi, manajemen bahan, keuangan, serta perencanaan produksi dan pengontrolan. Aplikasi ini mengintegrasikan informasi dan data pembelian bahan baku hingga produk terjual di tangan konsumen (distribusi). Juga, mengintegrasikan informasi dan data di antara pabrik Nippon Indosari Corpindo. Bahkan, dengan sistem TI  modern, Nippon Indosari Corpindo terkoneksi dengan ritel modern yang mempermudah tim penjualan memantau pasokan dan tingkat penjualan. Dengan kekuatan jaringan yang dibentuk cukup sistemik dengan melibatkan SDM berbasis teknologi sehingga bisa mengontrol aktivitas distribusi. Hal ini juga merupakan keunggulan dari Nippon Indosari Corpindo yang menjadikannya sebagai leader pada ceruk pasar ini.

Tentu saja dengan adanya Sistem Informasi yang terintregitas menjadikan pekrjaan efisien. Bukan itu saja dalam hal pengadaan bahan baku juga menjadi lebih terkontrol. Maklum, selama ini, dari praktik bisnis Nippon Indosari Corpindo, kontributor terbesar untuk cost of goods memang dari bahan baku dan bahan kemasan yang besarnya mencapai 76% dari total cost of good  sold sehingga harus dibuat seefisien mungkin dan memungkinkan keamaman pasokan.

Menjalin Kemitraan Erat Dengan Pemasok. Untuk menjaga keberlangsungan produksi dengan 10 pabrik roti yang tersebar di beberapa kota di Pulau Jawa. Kapasitas produksi dari semua pabrik mencapai 4 juta roti dengan penyerapan penjualan terbesar di wilayah Jabodetabek. Meninjau kapasitas produk yang begitu besar tentu saja harus di tunjang dengan pasokan bahan yang lancar. Dalam hal ini Nippon Indosari Corpindo menjalin hubungan erat   tidak hanya dengan PT Bogasari Flour Mills, tetapi juga pabrik-pabrik terigu lokal lain dalam hal pasokan bahan baku utama. Nippon Indosari Corpindo sangat memahami bagaimana harus menjaga “rekan bisnis” agar keberlangsungan produksi tetap terjaga. Jalinan kerjasama terbentuk atas dasar rekan bisnis yang saling menguntungkan, terpercaya dan memegang komitmen yang tinggi.

Sari Roti menjadi sebuah fenomena dan menjadi bisnis yang menggurita dalam dunia bisnis produsen roti. Dari yang awalnya bukan apa-apa, malah banyak ditolak dibeberapa toko dan supermarket modern.Saat itu, nama Sari Roti belum banyak dikenal orang, termasuk pebisnis ritel. Nippon Indosari Corpindo sempat terseok-seok dan menemui titik buntu saat merintis. Banyak toko yang mempertanyakan identitas dan kualitas Sari Roti.

Perjuangan itu akhirnya membuahkan hasil yang luarbiasa. Sari Roti kini diperhitungkan di bisnis produsen roti, bahkan menjadi leader di pasarnya. Dari segi penjualan pun Nippon Indosari Corpindo, melalui brand Sari Roti  untuk tahun 2016 mencatatkan angka penjualan senilai Rp 2,52 triliun naik 14% dibandingkan penjualan tahun sebelumnya Rp 2,17 triliun. Sedangkan untuk laba bersih ada kenaikan tipis sekitar 3,4% menjadi Rp 279,9  miliar  dari  tahun sebelumnya Rp 270,5  miliar.

Ditengah-tengah persaingan yang ketat, dimana kini banyak modern market yang memiliki brand roti sendiri dan juga menjamurnya butik home industri serta produsen roti massal tidak bisa dianggap remeh.

Manajemen  Nippon Indosari Corpindo sendiri tampaknya menyadari potensi persaingan yang muncul. Sebab itu, upaya mengedukasi konsumen dan menguatkan awareness produk juga terus ditingkatkan.

Kegiatan kunjungan ke pabrik pun makin sering dilakukan dengan mengundang anak-anak atau mitra agen dan calon agen. Sekitar 60% pengunjung pabrik adalah anak TK dan siswa SD yang memang menjadi target pasar.

Kesungguhan manajemen Nippon Indosari Corpindo mengembangkan pasar itu tentu saja tak lepas dari sejarah awal ketika  sempat sulit memenetrasi pasar. (AR. Rahadian)


Sumber tulisan: www.sariroti.com - www.swa.co.id - www.cnnindonesia.com
Back To Top